Selasa, 14 September 2010

Sriwijaya FC 21 Asia dan 221 Dunia IFFHS


Federasi Sejarah dan Statistik Sepakbola Internasional (IFFHS) telah merilis rangking terbaru klub-klub sepakbola di dunia. Sriwijaya FC boleh berbangga karena berada di urutan ke-221 bersama tiga klub lainnya. Sebelumnya, SFC hanya mampu menduduki peringkat 345 dunia. Namun dalam rentang waktu dari September 2009 hingga 30 Agustus 2010, Laskar Wong Kito ternyata mengalami banyak kemajuan dan mampu mengoleksi 83 poin. Seperti dirilis dalam situs resminya baru-baru ini, IFFHS kini menempatkan SFC pada urutan ke-221 bersama tiga tim lainnya, yakni Turkun Palloseura (Suomi), Bursaspor K Bursa (Turki), Omonia FC Lefkosia (Siprus).

Meski tergolong papan bawah, SFC setidaknya boleh berbangga hati. Pasalnya, tim asal Sumsel itu berada di atas tim-tim yang berlaga di kompetisi Eropa seperti Blackburn Rovers FC, Stoke City, Bolton Wanderers (Inggris) dan FC Parma (Italia). Sedangkan untuk tingkat Asia, peraih double winner 2007 itu mampu mengungguli beberapa klub raksasa seperti Becamex Bình Duong FC dan SHB Da Nang FC dari Vietnam. SFC juga berada di atas Persipura yang hanya berada di urutan 332.


Peringkat Klub Dunia

Source: IFHHS Last updated on September 1, 2010

220 0 Bendera Jepang Kawasaki Frontale
221 0 Bendera Finlandia Turun Palloseura
221 0 Bendera Turki Bursaspor
221 0 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
221 0 Bendera Siprus AC Omonia
225 0 Bendera Kolombia Atlético Huila
225 0 Bendera Vietnam Becamex Bình Dương
225 0 Bendera Guatemala C.S.D. Comunicaciones
225 0 Bendera Ukraina FC Metalist Kharkiv

Peringkat Klub Sepakbola Asia (by IFFHS)

Rangking dikalkulasikan oleh IFFHS.

AFC IFFHS Club Points
1 75 Bendera Korea Selatan Pohang Steelers 133,5
2 97 Bendera Sudan Al-Hilal Omdurman 121,5
3 105 Bendera Jepang Gamba Osaka 116,0
4 108 Bendera Uzbekistan FC Bunyodkor 115,5
5 113 Bendera Suriah Al-Karamah SC 113,5
6 123 Bendera Jepang Kashima Antlers 110,5
7 134 Bendera Arab Saudi Al-Hilal FC 107,0
8 165 Bendera Korea Selatan Jeonbuk Hyundai Motors 97,0
9 170 Bendera Sudan Al-Merreikh SC 95,5
10 175 Bendera Iran Sepahan Esfahan FC 94,5
11 177 Bendera Iran Zob Ahan Isfahan FC 93,5
11 177 Bendera Arab Saudi Al-Ittihad (Jeddah) 93,5
13 181 Bendera Korea Selatan Suwon Samsung Bluewings 93,0
14 186 Bendera Qatar Al-Gharafa SC 91,5
15 189 Bendera Thailand Muangthong United F.C. 90,5
16 199 Bendera Thailand Thai Port F.C. 87,5
17 209 Bendera Qatar Al Rayyan SC 84,5
17 209 Bendera Bahrain Al-Riffa 84,5
18 211 Bendera Iran Esteghlal Tehran FC 84,0
18 211 Bendera Kuwait Al-Qadsia (Kuwait) 84,0
18 211 Bendera Hong Kong South China AA 84,0
21 220 Bendera Jepang Kawasaki Frontale 83,5
22 221 Bendera Indonesia Sriwijaya F.C. 83,0
23 225 Bendera Vietnam Becamex Bình Dương 82,5
24 229 Bendera Arab Saudi Al-Shabab Riyadh 82,0
25 239 Bendera Vietnam SHB-Ðà Nẵng F.C. 80,5

Last updated September, 1st 2010

IFFHS
IFFHS sendiri merupakan organisasi yang diakui oleh FIFA. Organisasi yang didirikan pada 27 Maret 1984 ini mencatat sejarah dan prestasi yang sudah dicapai oleh klub-klub sepakbola yang ada di dunia. Penentuan rangking klub-klub tersebut telah dilakukan sejak 1991 lalu. Caranya dengan menilai perjalanan masing-masing klub selama satu musim kompetisi (12 bulan), baik di pentas nasional maupun internasional. Dalam perhitungannya, setiap negara dibagi dalam empat level. Klub yang berada di level teratas akan mendapat 4 poin dari tiap kemenangannya, dua untuk hasil imbang dan 0 untuk setiap kekalahan.

Sementara itu, klub yang berada di level kedua akan mendapat 3 poin untuk kemenangan, 1,5 poin untuk hasil seri, dan 0 untuk kekalahan. Demikian seterusnya pada level-level yang lebih rendah. Pengumpulan poin juga dilakukan melalui kompetisi internasional. Jumlahnya berbeda-beda sesuai dengan kualitas kompetisinya. Paling tinggi final FIFA World Cup, lalu Liga Champions Eropa. Sementara itu, poin terendah diperebutkan oleh klub-klub yang berlaga pada Liga Champions Concacaf. Sedangkan Liga Champions Asia sendiri hanya berada setingkat di atasnya.


Sumsel Tuan Rumah Kejurnas 21 Cabor

Sriwijaya Post
PALEMBANG --Sebagai induk organisasi cabang olahraga (cabor), KONI Sumsel mempersiapkan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) untuk 21 cabor yang dipertandingkan di SEA Games 2011 mendatang. Untuk mematangkan persiapan ini, KONI Sumsel akan menggelar rapat pengurus Rabu (15/9).


“Kita memang menargetkan kejurnas 21 cabor SEA Games diselenggarakan di Sumsel. Dalam waktu dekat akan ada Panahan dan Anggar,” jelas Ketua Umum KONI Sumsel, H Muddai Madang, Senin (13/9).

Menurut Muddai, target ini tidak berlebihan, sebab pembangunan venues SEA Games yang sudah dimulai sejak Agustus lalu ditargetkan rampung sekitar awal Mei-Juni. Artinya Kejurnas bahkan pelatnas bisa diselenggarakan di Sumsel.

Kita targetkan Kejurnas mulai Maret hingga Oktober. Artinya kita memiliki waktu hingga 8 bulanan. Jika ada 21 cabor yang diselenggarakan, maka dalam 1 bulan akan ada 4 Kejurnas. Selain itu kita bersiap-siap menjadi tuan rumah Pelatnas SEA Games,” jelas Muddai.

Untuk menyelaraskan program ini, Sumsel juga mempersiapkan diri untuk meluncurkan Sumsel Prima, sebuah program unggulan yang diperuntukkan membina atlet-atlet berprestasi baik di tingkat nasional mapun internasional. Untuk mewujudkan program ini, Muddai akan bekerjasama

dengan A Sucipto, ketua Yayasan Garuda Indonesia Gemilang. Sucipto adalah mantan Ketua Program Atlet Andalan (PAL) yang sukses membina atlet dan berperan besar mengantarkan Indonesia meraih peringkat ketiga SEA Games Laos 2009.

Sumsel Prima adalah proyek besar yang dipersiapkan untuk mendukung rencana besar Sumsel dalam pembinaan atlet. Program ini juga diperuntukkan memakmurkan Venues setelah SEA Games nanti,” jelas penyuka olahraga catur itu.

Menurut Muddai, Program Sumsel Prima ini merupakan pola pembinaan unggulan. Sebelumnya Sumsel sudah memiliki Program Sumsel Bangkit, Program Reguler Terarah, dan Program Atlet Andalan (PAL).”Khusus untuk Sumsel Prima ini akan didirikan sebuah lembaga khusus, tetapi tetap di bawah koordinasi KONI Sumsel,” tegasnya.(ndr)

sripo cetak

Kembali ke Fitrah

Sumatera Espress




Salat Idulfitri 1431 H di Masjid Agung Palembang berlangsung khusyuk dan khidmat, pukul 07.00 WIB, Jumat (10/9) lalu. Saat itu ribuan umat Islam dari berbagai penjuru kota berkumpul. Mereka memanjatkan puji dan syukur setelah menjalani puasa sebulan penuh.
Salat Ied dipimpin imam besar Masjid Agung Palembang, KH Nawawi Dencik. Sebelumnya, Wali Kota Ir H Eddy Santana Putra MT selaku ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palembang mengatakan, Idulfitri 1431 H merupakan pertanda bahwa umat Islam baru saja meninggalkan bulan yang penuh berkah dan rahmat yakni bulan Ramadan. “Idulfitri menjadi momen yang tepat untuk meninggalkan segala kemaksiatan karena dengan menjalani puasa sebulan penuh umat Islam artinya kembali fitri (bersih, red),” ungkapnya.
Menurut Wako, bulan Ramadan merupakan bulan syahrul Islam, syahrul ibadah dan bulan pendidikan. “Apa yang telah dicapai selama puasa hendaknya bisa menjadi pedoman semua umat Islam untuk membangun Palembang menjadi lebih baik dan sejahtera,” katanya.
Masyarakat dan ulama harus bersatu padu menyukseskan berbagai program pemerintah. Salah satunya SEA Games XXVI 2011, di mana Kota Palembang menjadi salah satu penyelenggaranya. Even internasional ini hendaknya bisa didukung penuh semua lapisan masyarakat.
Eddy juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas antusiasme masyarakat Palembang yang hadir salat Ied bersama di Masjid Agung Palembang. Sebagai ketua PHBI, ia melaporkan zakat, infaq dan sadaqoh yang terkumpul selama Raamdan untuk wilayah Palembang.
Zakat fitrah yang terkumpul, beras 482,6 ton dan dalam bentuk uang Rp2.361.216.100. Sedangkan zakat mal Rp1.435.766.460. Infaq Rp330 jutaan. “Total Rp4.121.541.640,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengatakan, Idulfitri merupakan hari kemenangan bagi yang menjalankan perintah Allah. “Dengan begitu, kita semua menjadi fitrah. Kubur semua noda dan dosa yang pernah ada. Dengan semangat Idulfitri kita pelihara semangat, ketenangan dan dukung pembangunan Sumsel menuju masyarakat yang sejahtera,”imbuhnya.
Sebagai kepala daerah, ia mengucapkan terima kasih atas kesadaran semua masyarakat Sumsel dalam memelihara keamanan dan ketertiban. Menurut Alex, kondisi ini penting mengingat tahun depan Sumsel menjadi tuan rumah SEA Games. “Yang terpenting dari semua itu bagaimana mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sumsel. Salah satunya melalui program sekolah gratis dan berobat gratis,”tegasnya.
Khotib shalat Ied, Drs H Rosyidin Hasan MPdI yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Palembang menyampaikan, Ramadan yang telah dilalui merupakan bulan terbaik dari 1.000 bulan. Salat Ied yang dilaksanakan menjadi pertanda hari kemenangan. Semua umat Islam secara bersama-sama mengumandangkan asma Allah. “Ini kemenangan umat Islam dalam mengendalikan amarah dan hawa nafsu melalui ibadah yang. Hal ini haruslah tetap dijaga meski sudah tidak lagi berada di bulan ramadhan,” katanya. Selama ini, hal itu kerap dilanggar termasuk aturan Allah yang lain. Menurut Rosyidin, melalui puasa sebulan penuh ini, umat Islam diharapkan mampu kembali kepada fitrah karena Idulfitri sendiri intinya kembali kepada kesucian. (46)

Minggu, 12 September 2010

Usai Lebaran KONI Sumsel Rapat SEA Games

Sriwijaya Post

PALEMBANG - Jajaran pengurus KONI Sumsel hanya mendapatkan liburan 4 hari untuk merayakan lebaran Idul Fitri, setelah itu akan menggelar rapat pengurus, Selasa (14/9) mendatang. "Kita akan rapat pengurus untuk mempersiapkan program pada tahun 2011," kata Ketua Umum KONI Sumsel H Muddai Madang, Minggu (12/9).

Menurut dia KONI Sumsel harus bergerak cepat dalam menyusun program, sebab untuk tahun mendatang kegiatan KONI terutama beberapa program strategis tidak termasuk dalam anggaran, makanya disusun sejak September 2010 sebagai persiapan.

"Rapat ini untuk persiapan 2011, sebab tidak masuk anggaran," jelasnya.

Ditambahkan Muddai, rapat ini untuk mempersiapkan program dalam skala besar yang nantinya dipersiapkan dalam grant desain pembinaan olahraga di Sumsel, setelah SEA Games. "Sebab akan banyak fasilitas yang harus dimanfaatkan dengan baik, salah satunya dengan program yang selevel dengan skala Asia Tenggara bahkan setingkat Asia," kata Muddai.