Minggu, 12 September 2010

Usul Pelatnas Cabor Sepakbola di Palembang

Sriwijaya Post

PALEMBANG - Untuk mewujudkan target masuk final, Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sumsel mengusulkan agar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim Sepakbola Nasional (Timnas) diselenggarakan di Palembang.

"Sebab ada dua keuntungannya, pertama ada sisi promosi bagi Sumsel yang menjadi tuan rumah SEA Games untuk cabor sepakbola dan keuntungan bagi Timnas karena menguasai lapangan," kata Ketua Umum Pengprov PSSI Sumsel HMC Baryadi, Minggu (12/9).

Untuk itu menurut pengusaha asal Sleman ini, usai lebaran dia bersama pengurus PSSI akan mengusulkan kepada KONI Pusat dan PB PSSI agar Pelatnas dilaksanakan di Palembang, terlebih lagi Sumsel juga akan membangun dua venue baru untuk stadion sepakbola berstandar internasional.

"Usai lebaran akan segera kita usulkan agar Pelatnas di Palembang. Artinya latihan dan tempat menginap pemain di Palembang, baru keluar jika akan menggelar ujicoba," jelas Baryadi.

Hal serupa juga diungkapkan ketua Umum KONI Sumsel H Muddai Madang, Sumsel memang mendapatkan 21 cabor untuk SEA Games, saat ini masih dalam tahap pembangunan, diperkirakan awal Mei-Juni sudah rampung. "Kesempatan bagi Sumsel untuk menjadi tuan rumah pelatnas untuk 21 cabor termasuk sepakbola, sekaligus tempat penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas)," urai Muddai.

Hendra Kusuma

Penggunaan Sistem Blok pada Venues SEA Games tidak Terpengaruh Hujan

PALEMBANG -- Perkembangan cuaca yang tidak menentu dan hujan yang turun setiap saat diyakini tidak akan memengaruhi pembangunan venues SEA Games, sebab sistem pembangunan yang digunakan adalah sistem blok.

"Hujan diyakini tidak terlalu membawa pengaruh, sebab sistem pembangunan yang digunakan adalah sistem blok," kata Ketua Umum KONI Sumsel, H Muddai Madang, Sabtu (11/9).

Menurut Muddai, cuaca akhir-akhir ini cenderung berubah-berubah, kondisi ini memang cukup berpengaruh kepada proses penimbunan lahan yang akan dibangun venues SEA Games di kawasan Jakabaring. Namun pengaruh itu tidak terlalu besar, karena pihak penyelenggara sudah membuat kanal dan kolam penampungan air sebagai antisipasi jika curah hujan meningkat.

"Sebab akan ada kolam penampung air seluas 40 hektar dengan panjang 2300 meter," jelas Muddai.

Ditambahkan Dinas PU Cipta Karya Aminudin, Pemprov Sumsel menyediakan 3 kapal keruk untuk membangun kolam penampung air di kawasan Jakabaring. "Kita siapkan 3 kapal keruk itu untuk pembangunan 40 hektar kolam penampung dengan ke dalaman 8 meter," jelasnya.

Kolam penampung itu juga digunakan untuk cabor ski air, dan sport water centre. Sebanyak 2 juta kubik lebih air bisa ditampung di sana. "Tujuannya untuk mengatasi banjir, karena kolam itu bisa menampung 2 juta kubik pengalihan air karena pembangunan," jelasnya.

Sejauh ini proses penimbunan berjalan lancar, para pekerja yang didatangkan dari luar Sumsel juga terus bekerja dengan tenang, karena sejauh ini tidak ada halangan yang berarti. Menurut Muddai, para pekerja diistirahatkan selama dua hari karena lebaran Idul Fitri, tetapi setelah proses pengerjaan dipercepat. Seperti target Gubernur Sumsel Alex Noerdin, venues sudah selesai pada Mei-Juni. "Proses pengerjaannya sejauh ini berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti," urai Muddai.

Hendra Kusuma

Syaratnya Skill, Luwes dan Kompak

Sriwijaya Post

PALEMBANG - Dijelaskan koreografer SEA Games Denny Malik, penilaian asisten pelatih tari SEA Games nanti menyangkut tiga aspek penilaian dasar yang menjadi penentu dasar kelulusan.

"Untuk menentukan lolos atau tidaknya mereka harus memenuhi penilaian dengan tiga aspek penting," kata Deny, Senin (29/8).

Adapun ketiga aspek atau kriteria itu, meliputi aspek skill melatih dan gerakan tari, aspek keluwesan, dan yang paling penting mampu menjaga kekompakan kelompok saat menari secara kolosal. Sebab dalam tarian kolosal, membutuhkan kekompakan.

"Kita tidak butuh penari yang terlalu menonjolkan diri, sebab bisa merusak kelompok. Makanya demi kekompakan itu, penari harus mampu menahan egonya demi kekompakan kelompok, aspek ketiga ini harus dimiliki para pelatih tari," jelasnya.

Hendra Kusuma

Pempek dan Kerupuk Laris Manis selama Lebaran


Share Cetak PDF Print Berita Ini +
Pempek dan Kerupuk Laris Manis selama Lebaran
IST
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Penjual makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, di masa lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah hingga Sabtu (10/9/2010) ini meraup keuntungan hingga tiga kali lipat.

Beragam makanan seperti kemplang, kerupuk, dan pempek menjadi buruan para pendatang yang berlebaran di Palembang, sehingga berimbas pada omzet para pedagang.

"Rata-rata yang membeli adalah para pemudik yang akan dibawa saat pulang ke daerah masing-masing," kata Amelia, pemilik toko makanan khas di Jalan Basuki Rahmad Palembang.

Dia mengaku, mengalami kenaikan omzet hingga tiga kali lipat dari biasanya. "Biasaya hanya menjual sekitar 100 bungkus kemplang atau kerupuk, tapi sejak kemarin bisa menjual hingga 300 bungkus," ujar Amelia yang tetap membuka toko di hari pertama dan kedua lebaran ini.

Dia menerangkan, harga kerupuk dan kemplang yang ditawarkan bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per bungkus, disesuaikan dengan volumenya. Untuk pempek, dijual dengan harga Rp 1.500/buah.

"Kami juga menyediakan dalam bentuk paket, dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu untuk pempek per paket, dan untuk pempek berisi telor atau dikenal pempek kapal selam dipatok Rp 6.000 per buah" kata dia.

Khusus untuk pembeli yang akan membawa dalam berpergian, makanan khas Palembang itu dikemas sedemikian rupa sehingga tidak mudah basi dan tetap terjaga kwalitasnya hingga beberapa hari.

"Biasanya untuk kemplang atau kerumpuk dikemas dalam bukus kertas dari sejenis kantong semen, sementara untuk pempek akan dilumuri terigu di bagian luarnya terlebih dahulu baru dimasukan kotak," kata dia.

Maman, salah seorang pembeli yang berdomisili di Jakarta, mengatakan senantiasa membeli oleh-oleh makanan khas Palembang setiap berlebaran.

"Kemplang, kerupuk dan pempek memang makanan yang lezat yang biasanya saya jadikan oleh-oleh untuk teman se kantor dan keluarga di Jakarta," kata dia.

Dia mengaku, harga yang ditawarkan cukup terjangkau sehingga dapat membeli beberapa bungkus kemplang dan kerupuk.

"Biasanya saya membeli sekitar empat bungkus, sementara untuk pempek sekitar 250 buah untuk ukuran yang kecil dan kapal selam kisaran 10 - 15 buah," kata dia. (*)

Editor : iwan_ogan
Source : Kompas.com