PALEMBANG--MICOM: Pembangunan wisma atlet untuk peserta SEA Games sekarang ini sudah lebih 66 persen yang ditargetkan selesaipertengahan Juli 2011.
Sekarang ini pekerja melaksaakan tugas secara maksimal dan bekerja hingga malam hari untuk mencapai target tersebut, kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dihadapan panitia kerja pengawasan SEA Games di Palembang, Kamis (26/5).
Panitia kerja dari Komisi X DPR RI itu dipimpin Prof dr Mahyuddin NS berkunjung ke Palembang untuk mengevaluasi dan ingin mendapatkan masukan permasalahan yang dihadapi sekarang ini. Lebih lanjut gubernur mengatakan, memang, wisma atlet tersebut pernah bermasalah akibat terjadinya penyelewengan dana pembangunan tempat menginap peserta SEA Games itu.
Dengan adanya permasalahan itu pihaknya langsung meninjau kelapangan untuk memberikan motivasi kepada para pekerja supaya pengerjaannya dimaksimalkan, kata dia . Melalui semangat yang tinggi itu sehingga pekerja tidak berpengaruh akibat adanya pemberitaan wisma atlet tersebut, kata dia.
Menurut gubernur, bahkan hingga sekarang ini sudah selesai lebih dari 66 persen yang dijadwalkan pertengahan Juli mendatang sudah selesai. Wisma atlet yang menghabiskan dana sekitar Rp200 miliar itu mulai dikerjakan pertengahan Desember 2010, kata dia pula.
Dia berharap, semua pihak mendukung pengerjaan fasilitas pesta olahraga se-Asia Tenggara mendatang sehingga semuanya selesai tepat waktu.
Ketua panitia kerja pengawasan SEA Games, Prof dr Mahyuddin NS mengatakan, memang sewkatu kunjungan pertama pada Desember 2010 pihaknya masih mengkhawatirkan pembangunan wisma atlet tersebut. Hal itu karena di lokasi pembangunan wisma itu masih alang-alang dan belum kelihatan pembangunan, kata dia.
Namun, dalam kunjungan kedua pada Maret lalu pihaknya merasa kagum karena wisma sudah berdiri dan sudah terealisasi 24 persen.Jadi pihaknya merasa optimistis pembangunan wisma tersebut berjalan lancar dan selesai tempat waktu, ujar dia pula.
Bahkan para menteri juga merasa kagum atas perjuangan gubernur dalam menjadi tuan rumah SEA Games, tambah dia. (Ant/OL-2)
Bahasa Indonesia | English | Melayu | Pilipino | 中文 | Thai | Tiếng Việt| العربية | Russian | Lainnya
Jumat, 27 Mei 2011
Pembangunan Wisma Atlet SEA Games Capai 66 Persen
Label:
News
Satlak Prima Panggil
SEA GAMES
JAKARTA (Suara Karya): Guna menghidupkan koordinasi dalam persiapan SEA Games XXVI 2011, Satuan Pelaksana Program Indonesia emas (Satlak Prima) memanggil para pelatih dan manajer seluruh cabang olahraga, Rabu (25/5).
Tujuan pemanggilan itu tak lain untuk mendapatkan gambaran pasti sudah sejauh mana persiapan yang dilakukan dalam upaya pemenangan SEA Games yang akan berlangsung 11-22 November mendatang itu.
Komandan Satlak Prima Tono Suratman mengatakan, koordinasi ini perlu dibangun sebagai perbandingan dengan negara lain. Sebab, 11 negara lain yang akan terlibat dalam SEA Games juga sedang mempersiapkan diri, namun tidak semua melakukan try out, karena mereka memiliki fasilitas olahraga yang memadai.
"Singapura tidak melakukan try out karena mereka memiliki kolam renang yang kualitasnya setara dengan kolam renang untuk Olimpiade," kata Tono kepada pelatih dan Manajer SEA Games di Jakarta, kemarin.
Yang menjadi perhatian Tono dalam pertemuan kemarin tidak hanya masalah persiapan atlet, tetapi masalah kesehatan juga menjadi sorotan serius. Ia menilai, kesehatan merupakan salah satu syarat untuk meraih kejayaan. Hanya atlet yang sehatlah yang mampu bertanding maksimal untuk mencapai kemenangan.
"Di sini peran manajer sangat penting, termasuk memperhatikan masalah kesehatan atletnya, karena manajer itu adalah kepanjangan tangan dari satlak di setiap cabang. Bahkan, kalau Satlak berteriak siap satu kali, manajer harus bisa tiga kali. Artinya, para manajer betul-betul mengawal setiap program latihan yang dibuatnya bersama pelatih," kata Tono.
Lebih jauh Tono mengatakan, faktor penunjang untuk menciptakan atlet yang sehat, seperti nutrisi pada menu atlet, juga sangat perlu diperhatikan. Pasalnya, dalam beberapa kali peninjauan dan tes kesehatan ditemukan sejumlah atlet yang terindikasi mengidap penyakit.
Sekum Satlak Prima Hamidi menambahkan, pelatih dan Manajer SEA Games tidak perlu gelisah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh ke depan. Satlak Prima yang dibentuk sekarang ini tidak hanya bicara untuk lima tahun, tetapi berkelanjutan untuk beberapa tahun ke depan, termasuk kalau atlet sudah tidak berprestasi lagi.
"Mungkin selama ini banyak atlet yang gamang, setelah tidak menjadi atlet akan menjadi apa. Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, Prima kini sudah membentuk yang namanya Wadah Bina Karier. Lembaga ini nantinya akan mengurus segala persolan yang dihadapi para pejuang olahraga nasional, termasuk masa depan atlet," ucap Hamidi.
Khusus menyangkut persiapan atlet SEA Games, Hamidi menganggap perlu adanya pelatih asing. Pelatih asing ini biasanya dapat membuat program yang baik, sekaligus bisa pula dimanfaatkan oleh pelatih lokal untuk mentransfer ilmu yang dimiliki pelatih asing. (Markon Piliang)
JAKARTA (Suara Karya): Guna menghidupkan koordinasi dalam persiapan SEA Games XXVI 2011, Satuan Pelaksana Program Indonesia emas (Satlak Prima) memanggil para pelatih dan manajer seluruh cabang olahraga, Rabu (25/5).
Tujuan pemanggilan itu tak lain untuk mendapatkan gambaran pasti sudah sejauh mana persiapan yang dilakukan dalam upaya pemenangan SEA Games yang akan berlangsung 11-22 November mendatang itu.
Komandan Satlak Prima Tono Suratman mengatakan, koordinasi ini perlu dibangun sebagai perbandingan dengan negara lain. Sebab, 11 negara lain yang akan terlibat dalam SEA Games juga sedang mempersiapkan diri, namun tidak semua melakukan try out, karena mereka memiliki fasilitas olahraga yang memadai.
"Singapura tidak melakukan try out karena mereka memiliki kolam renang yang kualitasnya setara dengan kolam renang untuk Olimpiade," kata Tono kepada pelatih dan Manajer SEA Games di Jakarta, kemarin.
Yang menjadi perhatian Tono dalam pertemuan kemarin tidak hanya masalah persiapan atlet, tetapi masalah kesehatan juga menjadi sorotan serius. Ia menilai, kesehatan merupakan salah satu syarat untuk meraih kejayaan. Hanya atlet yang sehatlah yang mampu bertanding maksimal untuk mencapai kemenangan.
"Di sini peran manajer sangat penting, termasuk memperhatikan masalah kesehatan atletnya, karena manajer itu adalah kepanjangan tangan dari satlak di setiap cabang. Bahkan, kalau Satlak berteriak siap satu kali, manajer harus bisa tiga kali. Artinya, para manajer betul-betul mengawal setiap program latihan yang dibuatnya bersama pelatih," kata Tono.
Lebih jauh Tono mengatakan, faktor penunjang untuk menciptakan atlet yang sehat, seperti nutrisi pada menu atlet, juga sangat perlu diperhatikan. Pasalnya, dalam beberapa kali peninjauan dan tes kesehatan ditemukan sejumlah atlet yang terindikasi mengidap penyakit.
Sekum Satlak Prima Hamidi menambahkan, pelatih dan Manajer SEA Games tidak perlu gelisah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh ke depan. Satlak Prima yang dibentuk sekarang ini tidak hanya bicara untuk lima tahun, tetapi berkelanjutan untuk beberapa tahun ke depan, termasuk kalau atlet sudah tidak berprestasi lagi.
"Mungkin selama ini banyak atlet yang gamang, setelah tidak menjadi atlet akan menjadi apa. Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, Prima kini sudah membentuk yang namanya Wadah Bina Karier. Lembaga ini nantinya akan mengurus segala persolan yang dihadapi para pejuang olahraga nasional, termasuk masa depan atlet," ucap Hamidi.
Khusus menyangkut persiapan atlet SEA Games, Hamidi menganggap perlu adanya pelatih asing. Pelatih asing ini biasanya dapat membuat program yang baik, sekaligus bisa pula dimanfaatkan oleh pelatih lokal untuk mentransfer ilmu yang dimiliki pelatih asing. (Markon Piliang)
Label:
News
Kamis, 26 Mei 2011
Bonus SEA Games Rp300 Juta Peraih Emas SEA Games 2011
http://www.jpnn.com/read/2011/05/26/93186/Bonus-SEA-Games-Rp300-Juta-
JAKARTA- Ini adalah stimulus bagus yang ditawarkan KONI/ KOI bagi para atlet untuk meraih hasil bagus di SEA Games 2011. Pasalnya, mereka mengisyaratkan bakal memberikan bonus yang lebih besar dibanding SEA Games 2009 lalu.
"Bonusnya nanti mencapai Rp 300 juta. Ini demi mewujudkan target merebut juara umum di SEA Games mendatang," terang salah satu sumber di lingkaran Prima kemarin (24/5).
Nominal tersebut diharapkan bakal meningkatkan semangat para atlet untuk memberikan prestasi bagi timnas. Paslanya, target yang dipatok Indonesia di SEA Games nanti tidaklah main-main, yakni juara umum.
Meski begitu, pemerintah belum bersedia memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut. Menpora Andi Alifian Mallarangeng menyatakan bahwa nominal bonus minimal akan sama dengan SEA Games 2009 silam. "Yang pasti jumlahnya tidak akan turun. Kalau bisa kami memang ingin meningkatkannya," ucap Andi.
Hanya, Kemenpora sampai saat ini masih menghitung berapa dana yang dimiliki untuk mengguyur bonus bagi para atlet tersebut. Namun, Kemenpora berjanji bahwa bonus yang diterima atlet perorangan dengan beregu bakal sama.
Itu memberikan angin segar bagi para atlet yang bertanding di cabor kelompok. Perahu naga, misalnya. Cabor yang menyumbangkan tiga emas di Asian Games 2010 tersebut memiliki komposisi 24 personel.
"Intinya pemerintah bakal memfasilitasi para atlet untuk mendapatkan hasil terbaik sekaligus mewujudkan target juara umum tersebut," tambah lelaki asal Makassar, Sulsel tersebut.
Pemerintah sendiri mengharapkan bisa merebut 150 emas di multieven olahraga tertinggi di Asia Tenggara tersebut. Jika jumlah itu tercapai, keinginan Indonesia merebut juara umum bakal terwujud. (ru)
JAKARTA- Ini adalah stimulus bagus yang ditawarkan KONI/ KOI bagi para atlet untuk meraih hasil bagus di SEA Games 2011. Pasalnya, mereka mengisyaratkan bakal memberikan bonus yang lebih besar dibanding SEA Games 2009 lalu.
"Bonusnya nanti mencapai Rp 300 juta. Ini demi mewujudkan target merebut juara umum di SEA Games mendatang," terang salah satu sumber di lingkaran Prima kemarin (24/5).
Nominal tersebut diharapkan bakal meningkatkan semangat para atlet untuk memberikan prestasi bagi timnas. Paslanya, target yang dipatok Indonesia di SEA Games nanti tidaklah main-main, yakni juara umum.
Meski begitu, pemerintah belum bersedia memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut. Menpora Andi Alifian Mallarangeng menyatakan bahwa nominal bonus minimal akan sama dengan SEA Games 2009 silam. "Yang pasti jumlahnya tidak akan turun. Kalau bisa kami memang ingin meningkatkannya," ucap Andi.
Hanya, Kemenpora sampai saat ini masih menghitung berapa dana yang dimiliki untuk mengguyur bonus bagi para atlet tersebut. Namun, Kemenpora berjanji bahwa bonus yang diterima atlet perorangan dengan beregu bakal sama.
Itu memberikan angin segar bagi para atlet yang bertanding di cabor kelompok. Perahu naga, misalnya. Cabor yang menyumbangkan tiga emas di Asian Games 2010 tersebut memiliki komposisi 24 personel.
"Intinya pemerintah bakal memfasilitasi para atlet untuk mendapatkan hasil terbaik sekaligus mewujudkan target juara umum tersebut," tambah lelaki asal Makassar, Sulsel tersebut.
Pemerintah sendiri mengharapkan bisa merebut 150 emas di multieven olahraga tertinggi di Asia Tenggara tersebut. Jika jumlah itu tercapai, keinginan Indonesia merebut juara umum bakal terwujud. (ru)
Label:
News
Rahmad Bertekad Lanjutkan Program Tim Nasional U-23
Rahmad Darmawan. TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelatih tim sepak bola nasional U-23, Rahmad Darmawan, bertekad melanjutkan program tim nasional yang sudah dimulai sejak awal Mei lalu. Rahmad meminta para pemain tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan multievent SEA Games 2011 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, 11-22 November 2011.
Berita terkait
* Pembukaan SEA Games akan Berlangsung Megah
* Ledakan Petasan Sambut Kedatangan Oktovianus Maniani di Lembang
* Djoko: Wisma Atlet Harus Selesai Tepat Waktu
* Panitia SEA Games Lanjutkan Pembangunan Tiga Bangunan
* Panitia Siapkan Tema Lagu SEA Games 2011
"Saya akan tetap fokus pada program tim nasional yang sudah disusun. Pencarian untuk lawan uji coba juga masih terus berjalan," kata Rahmad saat dihubungi, Kamis 26 Mei 2011.
Pelatih Persija Jakarta ini berpegang pada Surat Keputusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang menunjuknya sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional U-23. "Selama SK belum dicabut, program yang telah disepakati akan tetap berjalan normal," kata mantan pemain tim nasional 1989-1993 dan 1995 ini.
Para pemain tim U-23 yang baru saja mengikuti pelatihan program pembangunan karakter di Markas Kopassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pertengahan Mei lalu, sekarang ini kembali ke klubnya masing-masing. Sesuai dengan agenda, kata Rahmad, mereka akan kembali dipanggil untuk mengikuti tes seleksi tahap kedua, 24 Juni di Malang.
Rahmad ingin persiapan latihan tim nasional SEA Games tetap berjalan meski nasib persepakbolaan Indonesia masih dibayang-bayangi sanksi Badan Sepak Bola Dunia (FIFA). "Kalaupun sanksi itu turun, saya berharap persiapan untuk SEA Games tetap berlanjut. Kalau tidak menyiapkan diri tiba-tiba sanksi dicabut, kita akan kelabakan," katanya.
Rahmad dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Dalam kariernya sebagai pelatih, ia pernah membawa Persipura Jayapura menjuarai Liga Indonesia (2005), Sriwijaya FC juara Liga Indonesia (musim kompetisi 2007-2008) dan tiga kali juara Copa Indonesia secara berturut-turut 2007-2010. Saat menyanggupi sebagai pelatih tim U-23, ia memasang target bisa meraih medali emas di SEA Games nanti.
RINA WIDIASTUTI
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelatih tim sepak bola nasional U-23, Rahmad Darmawan, bertekad melanjutkan program tim nasional yang sudah dimulai sejak awal Mei lalu. Rahmad meminta para pemain tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan multievent SEA Games 2011 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, 11-22 November 2011.
Berita terkait
* Pembukaan SEA Games akan Berlangsung Megah
* Ledakan Petasan Sambut Kedatangan Oktovianus Maniani di Lembang
* Djoko: Wisma Atlet Harus Selesai Tepat Waktu
* Panitia SEA Games Lanjutkan Pembangunan Tiga Bangunan
* Panitia Siapkan Tema Lagu SEA Games 2011
"Saya akan tetap fokus pada program tim nasional yang sudah disusun. Pencarian untuk lawan uji coba juga masih terus berjalan," kata Rahmad saat dihubungi, Kamis 26 Mei 2011.
Pelatih Persija Jakarta ini berpegang pada Surat Keputusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang menunjuknya sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional U-23. "Selama SK belum dicabut, program yang telah disepakati akan tetap berjalan normal," kata mantan pemain tim nasional 1989-1993 dan 1995 ini.
Para pemain tim U-23 yang baru saja mengikuti pelatihan program pembangunan karakter di Markas Kopassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pertengahan Mei lalu, sekarang ini kembali ke klubnya masing-masing. Sesuai dengan agenda, kata Rahmad, mereka akan kembali dipanggil untuk mengikuti tes seleksi tahap kedua, 24 Juni di Malang.
Rahmad ingin persiapan latihan tim nasional SEA Games tetap berjalan meski nasib persepakbolaan Indonesia masih dibayang-bayangi sanksi Badan Sepak Bola Dunia (FIFA). "Kalaupun sanksi itu turun, saya berharap persiapan untuk SEA Games tetap berlanjut. Kalau tidak menyiapkan diri tiba-tiba sanksi dicabut, kita akan kelabakan," katanya.
Rahmad dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Dalam kariernya sebagai pelatih, ia pernah membawa Persipura Jayapura menjuarai Liga Indonesia (2005), Sriwijaya FC juara Liga Indonesia (musim kompetisi 2007-2008) dan tiga kali juara Copa Indonesia secara berturut-turut 2007-2010. Saat menyanggupi sebagai pelatih tim U-23, ia memasang target bisa meraih medali emas di SEA Games nanti.
RINA WIDIASTUTI
Label:
News
Langganan:
Postingan (Atom)
