Sabtu, 23 Oktober 2010

Starbucks Bakal Hadir





Sripo/zaini
Maket Palembang Sport Convention Centre
Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO — Pemancangan tiang pertama menandai dimulai pembangunan komplek Palembang Sport Convention Centre untuk mendukung pelaksanaan SEA Games 2011 di areal GOR Sriwijaya Jl POM IX Kampus, Palembang, Jumat (22/10) siang.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto, Direktur PT GISI Jimmy Boaz Oentoro, dan Staf Ahli Pemkot Palembang Lukman Hakim menekan sirine bersamaan dengan pemancangan tiang.

Gubernur mengatakan, lokasi pembangunan PSCC merupakan kawasan segitiga emas di pusat kota yang punya nilai komersial tinggi. Perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, Starbucks, sudah menyampaikan komitmen untuk membuka outlet di PSCC itu.

“Akhirnya dimulai pembangunan ini. Pak Kapolda, suatu sore nanti kita lihat kolam di sini sambil menikmati cappucino dan pempek,” kata Alex.

Pada kesempatan itu, Alex Noerdin, menuturkan suitasi keamanan dan politik yang kondusif di Sumsel telah menarik minat investor. Keberadaan bangunan di komplek PSCC multi fungsi. Selain jadi pusat bisnis dan hiburan, juga untuk kegiatan keagamaan dan sosial.

“Gedung ini sudah dipesan Muslimat NU untuk kongres, dan tahun 2013 nanti Muktamar Muhammadiyah. Pak Rizal (Ketua Kadin Sumsel) usul pemilihan Putri Indonesia tahun depan di sini,” katanya.

Gubernur kembali menjelaskan pembangunan PSCC dilaksanakan oleh PT Griya Inti Sejahtera Insani (GISI) dengan sistem bangun serah guna (BOT) dalam jangka waktu 28 tahun.

Proyek ini dijamin tidak mengubah fungsi GOR dengan tetap memperhatikan lingkungan, ruang terbuka hijau, dan pedagang nasi goreng. Kemarin 20 pimpinan media nasional dan lokal menanam pohon di sekitar kolam retensi.

“Semua happy, tiap tahun dapat revenue. Benar ya pak tidak ada nanti ngeles-ngeles (berkilah, Red),”kata Alex menujukan kalimat itu pada Direktur PT GISI.

Pendeknya, kata Alex, tidak ada pembangunan lebih smart (cerdas, Red) dari PSCC ini.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, mengatakan, Sumsel mendapat tambahan aset senilai Rp 528,5 milar setelah 28 tahun PSCC dioperasikan. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah Rp 18,7 miliar.

Menurutnya PSCC dilengkapi bangunan hotel 15 lantai -dari rencana sebelumnya 8 lantai- dengan 194 kamar, sport hall, dan town square 5 lantai.

“Bangunan diubah 15 lantai dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak terutama untuk atlet voli yang akan dipertandingkan di PSCC ini,” kata Rizal.

Fasilitas sport hall untuk lapangan basket dan voli dibuat nyaman dengan 4.000 kursi penonton. Bangunan juga dilengkapi ruang VIP, konferensi pers, dan lobi.

Direktur PT GISI, Jimmy Boaz Oentoro, mengatakan, pembangunan PSCC selesai dalam waktu sembilan bulan sejak dimulai kemarin.

“Kita sebagai putra bangsa mendukung pengembangan daerah, Jakarta kan sudah penuh. Saya kira kita harus mulai membangun daerah. Itu salah satu visi kita sehingga tertarik menanam investasi di sini,” katanya. (ahf)

Palembang Bangun Gedung Sport,Hotel,dan Town Square

Sumber :http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359154/

Pemprov Sumatera Selatan membangun Gedung Pelembang Sport dan Convention Center (PSCC), Hotel,serta Town Square pertama di Indonesia yang menerapkan konsep eco green.


PEMANCANGAN tiang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan tersebut diresmikan kemarin oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin.Hadir pada acara tersebut Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto dan disaksikan 20 pimpinan redaksi media cetak nasional. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, usia bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Sriwijaya sudah 40 tahun.

Kondisinya sekarang sudah susut 60% sehingga dikhawatirkan 20 tahun lagi gedung itu akan roboh.”Sehingga perlu dilakukan revitalisasi gedung ini menjadi PSCC,Hotel,dan Town Square berstandar internasional,” ungkapnya. Menurutnya,setiap tahun Pemprov Sumsel membutuhkan dana perawatan GOR tersebut sebesar Rp240 juta dengan pemasukan tiap tahunnya hanya sekitar Rp70 juta.”Saat ini bisa kita lihat bersama- sama kondisi bangunannya sangat kumuh dan terkesan panas. Termasuk hampir seluruh fasilitas di dalam gedung sudah tidak memadai lagi,”tambahnya. Untuk itu, pembangunan serta renovasi GOR Sriwijaya di atas lahan 7 hektare ini tetap berpegang pada konsep pembangunan berwawasan lingkungan.

Saat ini sudah sekitar 80 batang lebih bibit pohon yang ditanam di seputaran kawasan PSCC,Hotel,danTown Square ini. Setelah dibangun, gedung ini akan dipakai untuk cabang olahraga (cabor) bola voli SEA Games mendatang. PSCC berstandar internasional ini bahkan sudah dipesan untuk Kongres Muslimat NU dan Muktamar Muhammadiyah pada 2013. ”Jadi sangat besar sekali manfaatnya. Kawasan ini adalah kawasan segi tiga emas di pusat kota, nilai komersialnya sangat tinggi,”ungkapnya.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Pemprov Sumsel Rizal Abdullah mengatakan, pembangunan PSCC, Hotel,dan Town Square ini merupakan kerja sama Pemprov Sumsel dengan investor PT GISI dari Jakarta dengan menggunakan sistem bangun guna serah (BGS) atau sering disebut built operate and transfer (BOT) selama kurun waktu 28 tahun.”Pembangunan PSCC,Hotel, serta Town Square ini akan menelan dana sekitar Rp127,6 miliar dan akan selesai pembangunannya paling lambat September 2011,” ungkap Rizal yang juga ketua pelaksana pemancangan tiang pertama PSCC,Hotel,dan Town Square. Lebih lanjut Rizal menyatakan, PSCC ini akan dilengkapi fasilitas tribun 4.000 penonton dengan individual seats, lobi, ruang VIP, ruang konferensi pers, dan ruang pertemuan.

”Di sini juga akan dibangun hotel delapan lantai dengan 120 kamar.Namun,dari hasil komunikasi terakhir, ditambah menjadi 15 lantai dengan 164 kamar.Hal ini karena pertimbangan ekonomis dan kebutuhan akomodasi bagi atlet SEA Games XXVI cabang olahraga voli yang akan bertanding di PSCC,”ungkapnya. (ade satia pratama)

GOR Kampus Tetap Dibangun

Sriwijaya Post

PALEMBANG - Begitu Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk hotel dan Town Square dari Pemkot Palembang dikeluarkan, areal Gedung Olahraga (GOR) Kampus Palembang hari ini, Jumat (22/10) resmi dibangun. Sedangkan untuk rehab GOR, sudah dilakukan dan kini sudah hampir selesai.

Pemancangan tiang pertama pembangunan kompleks Palembang Sport Convention Centre (PSCC) disaksikan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dan Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT.
Pembangunan kawasan ini menelan dana Rp 127 Miliar. "Izin dan semuanya sudah selesai. PSCC mulai dibangun, insya'allah akan diresmikan gubernur," kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah.

Dikatakan, semua persyaratan administrasi pembangunan kawasan GOR telah disetujui pemerintah kota Palembang dan pembangunan dipatok selesau sebelum SEA Games 2011 mendatang.
Hal yang sama disampaikan Robert, Pimpinan Cabang PT Griya Inti Sejahtera Insani (Gisi) selaku pelaksana pembangunan PSCC. "Saya sudah melihat lokasi tiang pancang bersama Sekda," katanya.

Pembangunan PSCC tidak menggunakan dana APBD Sumsel, tetapi melalui pembiayaan sistem Build Operata Transfer (BOT), antara Pemprov Sumsel dengan PT Gisi berupa bangunan town square, hotel dan renovasi GOR.

Alasan lain kenapa GOR dibangun menjadi PSCC, pertama akan digunakan untuk kepentingan Sea Games, seperti hotel, sarana olahraga dan lainnya. Kedua, kondisi bangunan GOR sudah mengalami penyusutan mencapai 60 persen sejak dibangun. Apalagi, untuk melakukan perawatan sedikitnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel membutuhkan dana Rp 200 juta pertahun. Sementara pendapatan asli daerah (PAD) dari GOR hanya Rp 66 juta. Itu artinya, Pemprov kerap mengalami kerugian Rp 134 juta per tahun
hanya untuk pemeliharaan, pembayaran listrik, air dan lainnya.

Bisa dipastikan 30 tahun kedepan, ungkap Rizal, GOR hanya tinggal puing-puing semata. Sebab, setiap tahunnya GOR tersebut mengalami
penyusutan kondisi mencapai 2 persen per tahun. Bahkan sejak dibangun pada 40 tahun silam, penurunan yang terjadi sudah mencapai 60 persen. "Jika tidak dikembangkan sangat disayangkan kondisi bangunan," katanya.

Dengan berakhir masa kontrak selama 28 tahun, Pemprov Sumsel dapat hasil Rp 513,4 miliar, dengan rincian Rp 77,7 miliar modal Pemprov, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 18,7 miliar dan nilai bangunan Rp 494,7 miliar. "Selama proses BOT, setiap tahun pemerintah tetap mendapat penerimaan ke PAD," papar Rizal.
Husin

Tinju Pro Meriahkan Launching Countdown SEAG

Sriwijaya Post

PALEMBANG—Kejuaraan Tinju Pro dan lokal Sumsel menandai launching Countdown (jam penghitung mundur) pelaksanaan SEA Games November 2011. Pemasangan dan kejuaraan tinju ini digelar di kawasan Jembatan Ampera pada 10 November.

Menurut Wakabiro Humas KONI Sumsel, H Asdit Abdullah, Rabu (20/10), dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel, Dhennie Zainal, pemasangan countdown akan dimeriahkan kejuaraan tinju pro dan lokal Sumsel.”Kebetulan TVRI yang menyiarkan secara langsung acara ini memiliki program Ring Tinju yang mempertemukan para petinju pro tanah air. Maka program yang biasa digelar di Jakarta ini dialihkan ke Palembang,” kata Asdit.

Menurut Asdit, Pemprov Sumsel akan memasang panggung megah di kawasan Ampera untuk kejuaraan tinju dan launching. Acara ini, akan diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin. “Countdown dipasang sebagai tanda bahwa tinggal satu tahun lagi untuk pelaksanaan SEA Games pada 11 November 2011,” ujar Asdit.

Acara dan kejuaraan tinju ini, akan digelar secara on air dan off air. Adapun acara off air akan dilaksanakan 10 November sejak pukul 20.00. Sementara acara off air-nya akan dimulai sejak 22.45-00 atau bertepatan dengan 11 November. Sementara peserta untuk kejuaraan tinju pro yang bertajuk Ring Tinju TVRI akan diramaikan petinju DKI Jakarta dalam dua partai. (ndr)
sripo cetak