Senin, 01 November 2010

Kehabisan Stamina Petinju Sumsel Rebut Perunggu

Sriwijaya Post

PALEMBANG - Batalnya Ali Imron, petinju andalan SEA Games asal Sumsel membuat tim petinju Sumsel hanya mampu meraih medali perunggu. Yuni Artika Mebel yang turun di kelas 64 kg akhir mempersembahka perunggu setelah kalah dari petinju asal Jakarta.

Sementara enam petinju lainnya harus mengakui keunggulan para petinju dari provinsi lainnya yang lebih unggul stamina. Seperti Rini Tess misalnya unggul dalam perolehan angka, namun menjelang ronde akhir dia tidak dapat melanjutkan pertandingan karena kehabisan stamina, sehingga wasit harus menghentikan pertandingan. Begitu juga dengan petinju lainnya seperti, Nenang, A Tolu Waruwu, Dakosta dan Rois.

Menurut Tim Monitoring Tinju KM Syafarudin, kegagalan para petinju Sumsel yang kini tergabung dalam program Sumsel Bangkit dan Reguler Terarah ini, akan segera dikaji. Untuk sementara rata-rata petinju Sumsel memang kalah stamina di banding atlet dari provinsi lain."Mereka sebenarnya mampu bersaing untuk teknik, tetapi kalah dalam stamina, hal ini menjadi catatan ke depan untuk diperbaiki," urai Syafarudin.

Menanggapi ini Ketua KONI Sumsel H Muddai Madang melalui Wakabiro Humas KONI Sumsel, H Asdit Abdullah mengatakan, akan memberikan perhatian untuk peningkatan stamina, terutama pemenuhan gizi atlet, sparing patner, serta program latihan bagi para atlet.

"Ke depan atlet ini harus mendapatkan pelatihan dan pembinaan lebih baik lagi, terutama untuk diperhatikan kekuatan stamina, gizi dan sparing patner," urainya.

Hendra Kusuma

Masa Kepengurusan KONI Diperpanjang Usai SEA Games 2011

Tribunnews.com

Share Cetak PDF Print Berita Ini +
Masa Kepengurusan KONI Diperpanjang Usai SEA Games 2011
IST
Rita Subowo

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Rapat Koordinasi KONI yang berlangsung di Hotel Bumi Surabaya, merekomendasikan perpanjangan masa kepengurusan KONI hingga penyelenggaraan multi event Sea Games 2011.

Demikian salah satu butir rekomendasi Rapat Koordinasi KONI yang dihadiri utusan dari 32 KONI Propinsi, minus KONI Sulawesi Utara. Sedianya Masa Bhakti kepengurusan KONI yang dipimpin Rita Subowo akan berakhir pada Februari 2011.

Namun mengingat masa berakhirnya kepengurusan berbenturan dengan Sea Games, dimungkinkan masa kepengurusan diperpanjang sesuai yang tertuang dalam anggaran Rumah Tangga KONI pasal 33 ayat 4.Dalam Pasal tersebut Musornas , Musyawararah Olahraga Nasional, Musorprop dapat ditunda pelaksanaannya paling lama 3 bulan setelah berlangsungnya event tersebut,jika pada pada tahun yang sama bertepeatan dengan adanya multi event,Nasional dan Internasional, serta kabupaten Kota dan Propinsi.

"perpanjangan ini harus dimaklumi karena multi event ini menyangkut tekhnis. Jika terjadi pergantian baru, akan menghadapi masalah, termasuk tekhnis penyelenggara yang dikhawatirkan akan menganggu multi event tersebut," Kata Ketua I KONI Jawa Barat Obsatar Sinaga.

Untuk itu KONI jawa barat bersama sama 32 KONI Propinsi sepakat akan merekomendasikan usulan perpanjangan masa bhakti Kepengurusan KONI Pusat, pada Rapat Anggota KONI di Pekanbaru,Riau Februari 2011.

Dalam Rapat Koordinasi, juga direkomendasikan perlunya dilakukan amandemen Undang-Undang SKN Pasal 12, 13, 40, 44, 67 dan 88.

"Kami mersakan kesulitan dengan adanya larangan pejabat publik, kami mengalami sendiri ketika akan dialngsungkan event besar bantuan dana sangat minim." kata Sinaga.

Dikatakan oleh Sinaga ketika berlangsung Musyawarah Olahraga Daerah KONI bekasi telah terpilih ketua DPRD Bekasi sebagai Ketua KONI. Namun Karena terikat amanat Undang – Undang Pasal 40 akhirnya ketua terpilih harus mundur.akibatnya anggaran yang sebelumnya telah disetujui 27 milyar hanya turun dalam bentuk Hibah.

Oleh Karena itu, seluruh pengurus KONI sepakat untuk melakukan amandemen terhadap pasal 12, 13,40,44,67 dan 88.

Sementara Sekretaris KONI Sulawesi tengah Suwardji menggambarkan, ada daerah yang tidak lagi membutuhkan pejabat public. Tapi kebanyakan daerah tetap membutuhkan pejabat daerah.

"Bagi daerah ini dilematis sehingga yang perlu ditonjolkan bukan jabatan gubernurnya tetapi pribadinya jika tetap ingin memunculkan pejabat public," Kata Suwardji.

Rakor juga menyepakati membentuk Pokja dengan melibatkan unsur KONI Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, Papua, Kalimantan Tengah, Jawa Timur bersama-sama dengan pengurus KONI berkaitan dengan amandemen UU.SKN.

Selain itu Rekomendasi yang telah disepakati oleh Rakor KONI, penyatuan KONI dan KOI.

Ketua Umum KONI Rita Subowo usai Rakor mengatakan, menyikapi rekomendasi amandemen Undang-Undang dan penyatuan KONI /KOI, akan difasilitasi oleh KONI, dan dibicarakan dengan Kemenegpora dan KOmisi X DPR-RI.

"Sebab kenyataannya di daerah , jika tetap seperti sekarang pembinaan tidak berjalan, terutama di daerah terpencil seperti Aceh dan Papua," kata Rita Subowo. (oro)


Editor: oro

Minggu, 31 Oktober 2010

Tiket Pembukaan Penutupan SEA Games akan Dijual

Palembang, (tvOne)
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjual tiket acara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI 2011, kata Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel Dhenie Zainal di Palembang, Minggu (31/10). "Berkaca dengan pelaksanaan PON XVI tahun 2004, maka Pemprov Sumsel akan menjual tiket ke masyarakat umum yang berminat menyaksikan acara pembukaan dan penutupan SEA Games," kata Dhenie.

Menurut dia, hal itu sangat lumrah karena event-event olahraga tingkat dunia juga melakukannya, seperti pembukaan ajang Piala Dunia dan Olimpiade. "Acara pembukaan dan penutupan SEA Games adalah sajian hiburan spektakuler yang sangat layak dijual ke masyarakat umum. Dengan dijual tiketnya maka Pemerintah Provinsi Sumsel sebagai panitia pelaksana akan mendapatkan pemasukan," ujar dia.

Mengenai harga tiketnya, Dhenie mengatakan belum bisa memastikan karena akan diadakan koordinasi dengan panitia pusat. "Yang jelas harganya akan terjangkau oleh masyarakat umum karena dibagi dalam beberapa kelas seperti VVIP, VIP, hingga kelas tribun," kata dia.

Acara pembukaan dan penutupan SEA Games nanti direncanakan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Stadion yang untuk kali pertama digunakan pada PON XVI-2004 berkapasitas 38 ribu penonton dan kerap kali digunakan dalam berbagai ajang internasional, di antaranya pertandingan sepak bola Piala AFF tahun 2007, serta pertandingan Liga Champion Asia dan AFC Cup dalam tiga tahun terakhir. "Kami berharap acara pembukaan dan penutupan SEA Games nanti tidak kalah meriah dengan acara pembukaan dan penutupan PON lalu. Kami berharap antusias dari masyarakat Sumsel untuk datang ke stadion tetap tinggi," kata dia. (Ant)

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sumsel Tegaskan Siap Jadi Tuan Rumah Tunggal SEA Games 2011


Reset Larger
Sumsel Tegaskan Siap Jadi Tuan Rumah Tunggal SEA Games 2011
SEA Games XXVI Palembang

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG--Setelah kunjungan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo ke Palembang, Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin kembali menyatakan kesiapan daerah ini menjadi tuan rumah tunggal pekan olahraga negara-negara Asia Tenggara atau SEA Games XXVI. Even ini akan berlangsung 11 November 2011 mendatang.

“Sumatra Selatan siap menjadi tuan rumah tunggal SEA Games 2011 untuk menyelenggarakan pertandingan seluruh cabang olahraga yang di sini, termasuk yang akan dipertandingkan di DKI Jakarta,” ujar Alex Noerdin, Jumat (29/10).

Kesiapan Sumsel tersebut dengan alasan jika DKI Jakarta tidak mampu menyelenggarakan pertandingan 23 cabang olah raga karena kendala masalah banjir. “Jika itu yang terjadi, saya tegaskan, Sumsel siap menjadi tuan rumah tunggal. Ini menyangkut nama baik bangsa,” jelas Alex.

Kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah tunggal tersebut telah disampaikan kepada Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Soebowo. “KOI kini sedang mempertimbangkan mengenai kemungkinan Sumsel menjadi tuan rumah tunggal,” tegas Alex.

Jika memang diputuskan Sumsel sebagai tuan rumah tunggal, Alex meminta KOI segera memutuskannya sehingga Sumsel bisa melakukan persiapan untuk memberikan yang fasilitas yang terbaik.

Dengan menjadi tuan rumah tunggal SEA Games XXVI, menurut Alex, Sumsel sebagai tuan rumah perlu menambah satu gedung wisma atlet lagi, karena wisma atlet yang dibangun sekarang diproyeksikan untuk menampung 3.000 orang atlet.

Menanggapi keinginan Sumsel tersebut, Ketua KOI Rita Soebowo tidak bisa memastikan. “Peluang Sumsel jadi tuan rumah tunggal memang ada, tapi peluangnya kecil. Apalagi SK pembagian cabang olahraga sudah dikeluarkan pada 20 Oktober lalu,” jelasnya.

Red: Endro Yuwanto
Rep: Maspril Aries