Sabtu, 22 Oktober 2011


Obor SEA Games Dilengkapi Konstruksi Bunga Teratai
Tribunnews.comjakan.

"Obor gas ini rencananya akan dinyalakan Presiden SBY," jelasnya singkat.


Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Syahrul Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Sejumlah tenaga ahli dari China mempersiapkan pemasangan tiang obor SEA Games 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Jumat (21/10/2011).

Menurut seorang pekerja yang ikut membantu pemasangan obor, pemasangan tiang obor tersebut sudah tiga hari dikerdi atasnya dipasang bunga teratai, menjadi 20 meter," urainya.

Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Sriwijaya Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Sambut SEA Games, Bandara Palembang-Jakabaring Bebas dari Parkir

Taufik Wijaya - detikNews
Share5

Palembang - Rencananya, 3 hari menjelang pembukaan SEA Games XXVI, ruas jalan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, sampai Jakabaring Sport City, akan dibuat steril dari mobil parkir. Hal ini untuk memudahkan lalu lalang kendaraan terkait SEA Games.

Demikian hasil dari rapat panitia yang dipimpin Kadishub dan Kominfo Sumatera Selatan, Sarimuda, Jumat (21/10/2011). Rapat digelar bersama Kadishub Palembang Masripin dan dari Polresta Palembang.

"Pada saat opening dan closing, akses jalan poros utama mulai ditutup pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB," kata Sarimuda.

Selain pengaturan arus kendaraan dan sistem parkir, Dishub juga menyiapkan tiga kendaraan derek yang ditempatkan di Jakabaring, Terminal Alang-Alang Lebar dan Karyajaya. Kendaraan derek digunaan bagi kendaraan yang mogok atau nekat parkir di sepanjang akses menuju Jakabaring Sport City.

(tw/fay)

" Sent from Smartfren Blackberry, Hebat Cepat Hemat "

Amankan SEA Games, Ribuan Polisi Disebar

Selain area pertandingan, petugas juga mengamankan 32 tempat akomodasi para peserta.

Sandy Adam Mahaputra, Siti Ruqoyah
VIVAnews - Sebanyak 10.886 personel gabungan polisi, TNI dan Satpol PP akan mengamankan jalannya SEA Games yang berlangsung di Jakarta. Pengamanan tersebut dimulai dari tanggal 8 hingga 27 November 2011.

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Komsaris Besar Pol Sujarno, menjelaskan jumlah personel gabungan tersebut dengan rincian 1000 personel TNI, 3000 satpol pp dan sisanya jumlah personel polisi.

"Semua personel mengamankan 18 tempat pertandingan dari 20 cabang olahraga yang akan berlangsung di Jakarta. Semua tempat dan akomodasi akan disterilisasi," ujar Sujarno, Jumat 21 Oktober 2011.

Sujarno menjelaskan, tempat-tempat pertandingan diantaranya Gelora Bung Karno, Senayan, Veldroome Rawamangun, Gor Ciracas, Ancol, Lapangan Sepak Bola Lebak Bulus dan tempat pertandingan berkuda di Arthayasa Stable, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, untuk 32 tempat akomodasi para peserta, lanjut Sujarno juga akan diamankan, tempat akomodasi juga tersebar di beberapa kawasan bahkan ada yang sampai di tempatkan di Pulau Putri yang berada di Kepulauan Seribu.

"Selain itu juga, sistem pengawalan peserta hingga ketempat pertandingan termasuk dalam pengamanan," kata dia.

Seperti diketahui, Untuk mengurangi kemacetan di Jakarat saat acara SEA Games berlangsung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk meliburkan siswa sekolah di ibukota selama lima hari.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono, pengalaman masa-masa libur sekolah, kepadatan kendaraan di jalanan cukup berkurang hingga 30 persen.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Novizal, mengatakan selama jalannya ajang SEA Games, pengerjaan proyek saluran air di kawasan Thamrin dan Sudirman akan diselesaikan pada pertengahan Desember.

Tapi target ini dipastikan mundur, karena saat pelaksanaan SEA Games 11-22 November 2011, pengerjaan saluran air ini akan ditunda dan dilajutkan kembali setelah Sea Games selesai.

"Kalau sesuai kontrak selesainya pertengahan Desember. Tapi selama SEA Games kegiatan dihentikan dulu, setelah itu baru dilanjut lagi," katanya, Jumat 21 Oktober 2011.
• VIVAnews

Jelang Sea Games, Kemampuan Perusahaan Malaysia?

Oleh: Harian BeritaPagi Palembang


INILAH.COM, Palembang - Pengurus tiga cabang olahraga (cabor) akan melarang perusahaan IT asal Malaysia, WSL, konsorsium dari PT Maxxima,menangani pengerjaan IT SEA Games, jika perusahaan tersebut gagal membuktikan kemampuannya, hari ini Jumat (21/10).

"Kita akan buktikan. Bila mereka tidak mampu, kami akan menolak PT WSL dan providernya di Indonesia, PT Maxxima, masuk ke areavenue," tegas Sekjen Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Tonny Sastramiharja, saat konferensi pers di Sekretariat KONI Sumsel, Kamis (20/10).

Turut hadir dalam jumpa pers itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Ahmad Rizal, Sekretaris PASI Sumsel Zulfaini M Ropi, Ketua Harian Perbakin Sumsel Dolok Saribu, dan perwakilan dari Pelti Sumsel Amruzi Minha.

Seperti diketahui, sebelas pengurus cabor resmi mengajukan protes kepada Kemenpora dan Ina-SOC pusat pada Selasa (18/10), karena telah menunjuk pemenang pengadaan barang dan jasa untuk IT penunjang SEA Games Palembang.

Protes ini dilakukan karena perusahaan yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan barang dan jasa untuk IT, WSL, dinilai tidak akan mampu melakukan pengerjaanGames Management System(GMS) danGames Result System(GRS), sesuai yang diinginkan penyelenggara, yakni acara pertandingan dan perlombaan tidak dapat ditayangkan secararealtimedanonline.

Hal ini lantaran WSL bukan rekanan dari Swiss Timing Omega, perusahaan pemroduksi alat pencatat skor.

Dikatakan, dalam pertemuan dengan Kemenpora di Jakarta, pihak Kemenpora tetap pada keputusan mempertahankan pemenang tender. WSL dinilai memiliki kemampuan mengintegrasikan sistem IT milik Swiss Timing Omega.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan yang cukup alot, akhirnya disepakati, WSL akan dipertemukan dengan sebelas Pengprov di Palembang untuk menguji kemampuan perusahan IT dari negeri jiran tersebut. "Sekarang perwakilan dari Omega Swiss Timing telah tiba di Sumsel. Besok (hari ini -red) PT Maxxima dan WSL juga akan menyusul," katanya.

Menurut Rizal, mereka telah melakukan penyelidikan terkait kredibilitas WSL. Ternyata, perusahaan tersebut memang pernah menukangi IT SEA Games Laos 2009 lalu. Namun, sistemnya masih semi manual, yang mana hasil pertandingan dicatat dulu oleh panitia pertandingan, baru kemudian di-uploadke internet.

“Sedangkan dengan sistem GRS, dalam waktu 0,5 detik hasil pertandingan dapat terintegrasi langsung ke internet dan masing-masing stasiun televisi dari berbagai negara," paparnya.

Pemprov Sumsel sendiri telah membeli tiga alat standar olimpiade untuk venue atletik, menembak, dan akuatik. Tentu saja sangat memalukan kalau alatnya berstandar olimpiade tapi sistem IT malah manual.

Bila WSL terbukti tidak mampu melakukan pengerjaan GMS dan GRS, maka tiga pengurus cabang olahraga atletik, menembak, dan akuatik akan mendatangkan perusahaan IT dari Cina, atau perusahan lain yang punya afiliasi dengan Swiss Timing Omega. "Kemenpora mesti mencoret WSL bila perusahaan tidak mampu dan mengganti dengan yang lebih layak," katanya.

Sementara itu, CEO CEO Omega/Swiss Timing Mr Christophe Berthaud, mengatakan, pihaknya juga meragukan kalau WSL mampu mengintegrasikan dengan produk yang mereka miliki. "WSL tidak termasuk dalam daftar afiliasi Swiss Timing, mereka belum pernah melakukan itu. Tidak untuk WSL," katanya.

Sayangnya tes kemampuan itu kemungkinan tidak akan berlangsung. Pasalnya, alat Swiss Timing Omega yang dipesan Ina-SOC Sumsel masih berada di Bea Cukai Jakarta. Kemungkinan dalam dua hari kedepan baru bisa tiba di Sumsel.

"Tapi itu tidak jadi masalah. Setidaknya, kita akan mempertemukan pihak Swiss Timing dan WSL. Walaupun tanpa praktek lapangan, mereka bisa berdiskusi tentang cara pengoperasian alat tersebut," pungkas Rizal.