Sabtu, 09 April 2011

VENUE SEA GAMES Lebih Cepat Selesai

JAKARTA (Suara Karya): Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin menegaskan bahwa Sumsel telah siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games XXVI pada November mendatang.

Bahkan, pembangunan beberapa arena pertandingan (venue) bisa lebih cepat dari jadwal. Hal tersebut diutarakan pada rapat koordinasi membahas persiapan pelaksanaan SEA Games 2011 di Jakarta, kemarin.

Alex mengatakan, apa yang diragukan oleh sementara orang selama ini tentang pelaksanaan pembangunan berbagai arena pertandingan (venue) untuk menyambut penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara ini tidak terbukti.

Karena, hingga saat ini pembangunan terus berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Bahkan, ada sejumlah venue yang pembangunannya lebih cepat dari perkiraan semula, seperti lapangan tembak akan selesai 25 Juli nanti. Sedangkan untuk lapangan tenis akan dapat diselesaikan pada 31 Mei mendatang dan akan langsung diuji coba dengan turnamen internasional.

Selanjutnya, menurut Alex, dari 23 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Sumsel, 80 persen di antaranya, yaitu 18 cabor, akan dipertandingkan di Kompleks Jakabaring Sport City (JBC), dan sisanya, tujuh cabor, akan berlangsung di Kampus Palembang.

Hal ini yang menjadikan pelaksanaan SEA Games di Sumsel memudahkan para atlet maupun ofisial untuk melakukan koordinasi maupun latihan karena jarak yang berdekatan. Dengan ditampungnya para atlet di Wisma Atlet, maka akan memudahkan atlet untuk menuju ke tempat pertandingan karena jarak yang cukup dekat. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan angkutan lokal berupa sepeda, becak, dan golf car.

Kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah SEA Games 2011 juga diakui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng. Ia mengatakan, kesiapan Sumsel dan DKI Jakarta sebagai tuan rumah SEA Games 2011 tidak perlu diragukan lagi.

Menpora juga yakin Sumsel juga akan sukses menggelar pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 ini. Ia punya keyakinan, baik renovasi maupun pembangunan venue-venue baru akan rampung sesuai jadwal, bahkan ada beberapa venue yang akan selesai lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Keyakinan ini disampaikan Menegpora berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan pihaknya secara periodik bersama pihak Kementerian Pekerjaan Umum.

Memang ada venue yang baru saja selesai pelaksanaan tendernya, seperti venue panjat tebing, namun ini dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan.

"Bahkan, untuk promosi SEA Games, Sumsel telah jauh jauh hari melakukannya, sehingga demam SEA Games denyutnya sudah terasa hingga ke kabupaten kota," kata Menpora.

Sementara itu, Menko Kesra Agung Laksono mengharapkan persiapan penyelenggaraan event ini berlangsung optimal. Begitu pula dengan persiapan atletnya, karena hal ini menyangkut nama baik Indonesia di dunia internasional.

Seperti pesan presiden yang disampaikan beberapa waktu lalu. Indonesia dalam menyelenggarakan SEA Games harus mampu mewujudkan trisukses, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi rakyat. Dan, presiden juaga berharap agar atlet Indonesia dapat memberikan prestasi yang dapat membanggakan. (Dwi Putro AA)

SEA GAMES Jasa Raharja Dukung Timnas Bisbol dan Sofbol

JAKARTA (Suara karya): Tekad Pengurus Besar Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) untuk meraih dua medali emas pada perhelatan SEA Games XXVI/2011 mendatang sepertinya dapat terwujud. Apalagi sudah ada komitmen kuat dari PT Jasa Raharja (Persero) untuk mendukung tim nasional bisbol dan sofbol Indonesia berlaga di SEA Games XXVI/2011 di Palembang, Sumatera Selatan, November mendatang.

Dirut PT Jasa Raharja (Persero) Diding S Anwar dan Ketua Umum PB Perbasasi Gugun Yunidar, di Jakarta, Kamis (7/4), menandatangani perjanjian kerja sama tentang dukungan sponsorship terhadap pembinaan tim atlet dan pelatih bisbol serta sofbol Indonesia dalam rangka SEA Games XXVI/2011.

Diding S Anwar dalam sambutannya mengemukakan, dukungan Jasa Raharja terhadap tim nasional bisbol dan sofbol berlaga di SEA Games XXVI/2011 ini dilandasi nota kesepahaman antara Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang dukungan badan usaha milik negara terhadap pembinaan olahraga nasional dan nota kesepahaman antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan PB Perbasasi tentang dukungan terhadap pembinaan atlet Indonesia pada SEA Games XXVI/2011.

"Dukungan Jasa Raharja adalah dalam bentuk dukungan sponsorship dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan.

Dan, pelaksanaan dukungan sponsorship ini dilakukan berdasarkan prinsip korporasi dan profesionalisme," kata Diding S Anwar tanpa merinci besarnya dana sponsorship yang diberikan untuk mendukung tim nasional bisbol dan sofbol berlaga di SEA Games XXVI/2011.

Diding S Anwar juga mengemukakan, dengan adanya dukungan sponsorship ini, diharapkan atlet sofbol dan bisbol dapat memberikan kontribusi yang terbaik kepada tim SEA Games XXVI untuk menjadi juara umum.

"Jasa Raharja sebagai asuransinya, serta masyarakat Indonesia berdoa dan berharap agar pelaksanaan SEA Games XXVI dapat berjalan lancar dan aman serta tim nasional Indonesia dapat meraih juara umum," kata Diding S Anwar.

Sementara itu, Gugun Yudinar mengemukakan, target untuk meraih dua emas di SEA Games XXVI ini didasarkan pada kekuatan yang dimiliki oleh bisbol dan sofbol putra. "Seperti yang ditargetkan kepada kami, dua emas saja. Ini dari sektor putra untuk nomor sofbol dan bisbol," ucap Gugun Yudinar kepada wartawan.

Untuk SEA Games 2011, PB Perbasasi menyiapkan 70 atlet. Jumlah ini nantinya menyusut menjadi 54 atlet saja, September mendatang. Mereka inilah yang akan tampil pada SEA Games, 11-22 November 2011, di Palembang.

Selain pelatih lokal, PB Perbasasi juga dibantu oleh tiga pelatih asing, dua asal Selandia Baru dan satu asal Jepang. Mereka adalah Michael Walls dan Kevin Handerson serta Katsumi Harada. (Singgih BS)

Jumat, 08 April 2011

Panitia Butuhkan 15.000 Relawan Sea Games

JAKARTA,--Sukses penyelenggaraan SEA Games tentunya tidak akan terlepas dari dukungan semua pihak di dalam negeri.
Panitia pelaksana SEA Games (Inasoc) menyatakan pihaknya masih membutuhkan sekitar 15.000 relawan untuk menyukseskan penyelenggaraan SEA Games XXVI/2011 di Jakarta dan Palembang.

Saat ini baru terdaftar 1500 relawan yang siap bertugas di berbagai bidang pekerjaan."Kami membutuhkan banyak relawan untuk membantu tugas panitia. Pekerjaan relawan SEA Games tidak kalah pentingnya dari persiapan venue (tempat pertandingan) SEA Games sendiri," kata Ginung Pratidina, Wakil Sekjen INASOC di Jakarta.
Dia mengungkapkan masih kurangnya jumlah relawan yang mendaftar tak lain karena sosialisasi belum maksimal.
Karena itu mulai April pihaknya mulai melakukan pendekatan ke beberapa sekolah dan universitas untuk menjaring relawan."Kita utamakan relawan usia sekolah dengan kisaran usia 15-35 tahun," ucap Ginung. Soal kerjasama dengan Universitas ini telah dilakukan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dengan DIKTI. Panitia juga masih membuka pendaftaran secara online melalui website resmi www.seag2011.com
Menurut Ginung setiap relawan akan mendapat sertifikat yang bisa menjadi modal untuk bekerja, selain seragam, dan kebutuhan dasar lainnya. "Dengan menjadi relawan, mereka akan mendapatkan keuntungan pengalaman bekerja dalam tim. Ini akan sangat membantu ketika mereka memasuki dunia kerja," ujarnya. Panitia akan membantu relawan terpilih untuk mendapatkan izin khusus dari sekolah dan universitas tempat mereka belajar untuk menjalankan tugas mereka.
"Ini waktunya untuk menunjukkan bahwa kalian peduli dengan menyukseskan event ini," kata Ginung. ()

Palembang Perlu 20 CCTV untuk SEA Games

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

PALEMBANG, Kompas.com - Polresta Palembang membutuhkan 20 kamera Closed Circuit Television (CCTV) untuk diletakan di sejumlah titik yang rawan macet lalu lintas. Ini demi pengamanan pelaksanaan SEA Games XXVI 2011 di Palembang.

Kebutuhan akan CCTV itu disampaikan Kapolresta Palembang Kombespol Cahyo Budi Siswanto ketika menerima anggota DPRD Sumsel dari daerah pemilihan I dalam rangka reses di Palembang, Rabu (6/4/11). Menurunya, CCTV itu akan dipasang di titik-titik yang rawan terjadi kemacetan di Palembang.

CCTV itu dipasang untuk memantau keamanan di sepanjang jalan terutama selama pelaksanaan SEA Games, sehingga seluruh titik jalan yang rawan kemacetan bisa terpantau. Biaya untuk pengadaan CCTV ini sebesar Rp 17 juta per unit, tuturnya.

Sementara itu mengenai kepanitian untuk keamanan dalam menyambut pembukaan dan penutupan SEA Games mereka sudah siap. Hanya saja memang membutuhkan dana yang besar, ujarnya pula.

Untuk pelaksanaan SEA Games itu ada 4.659 personel yang disiapkan. Dari total jumlah tersebut sebanyak 2.553 personel di luar Polresta Palembang, jelasnya. Para personel itu nantinya akan disebar di beberapa tempat antara lain Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, 24 hotel di Palembang, objek wisata, venues olahraga, wisma atlet dan rute yang akan dilalui para tamu dan peserta SEA Games.

Kebutuhan akan CCTV untuk dipasang di titik-titik yang rawan kemacetan itu disambut positif seluruh anggota DPRD dapil I Palembang. Koordinator Reses Dapil I Palembang, H Ahmad Djauhari mengatakan, kalau untuk struktur kepanitiaan keamanan SEA Games pihak Polresta Palembang sudah ada, hanya saja memang masih perlu dukungan dana seperti dalam pengadaan CCTV di jalan-jalan.

Bahkan lanjutnya kalau hanya dipasang 20 titik saja, masih kurang, dengan melihat kondisi kemacetan di kota "pempek" sekarang ini.

Mengenai kebutuhan dana yang diperlukan Polresta Palembang itu, apakah dari Pemerintah Pusat atau dari APBD Sumsel, nanti akan melihat kondisi.