Senin, 24 Desember 2012

Maaf Kami Juara Lagi!

Sriwijaya Post SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sriwijaya FC akhirnya memenangi pertandingan final Inter Island Cup (IIC) 2012 versus Persisam lewat adu penalti di Stadion Manahan Solo, Minggu (23/12/2012) Mental dan tradisi kuat yang dimiliki SFC akhir mampu memenangi gelar pra musim, padahal dua kali SFC ketinggalan dan dua kali pula mampu menyamakan kedudukan. SFC yang merupakan spesialis adu penalti di partai final menunjukkan mentalnya sebagai tim juara eksutor terakhir Imanuel Padwa menjadi penentu kemenangan Laskar Wong Kito. SFC juara lagi meski sempat terseok, seperti diungkapkan suporter Singa Mania lewat twitternya @SingaManiaSFC:Maaf kami juara lagi!. Hal serupa juga diungkapkan Ketua Bela Armada Sriwijaya FC (Beladas) korwil SImanis Qusoy lewat SMS-nya. SFC adalah tim dengan tradisi juara, siapapun pemainnya. Mental yang dimiliki dengan membalikkan keadaan itu buktinya."Satu kata maaf kami juara lagi, Bravo SFC," urainya. Penulis : Hendra Kusuma Editor : Hendra Kusuma

Palembang Kembali Andalkan Rumah Terapung

Home > Nasional > Daerah Antara/Nila Fu'adi REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Rumah terapung di tepian Sungai Musi yang pernah sangat terkenal, akan diproyeksikan untuk kembali menjadi andalan daya tarik wisata di Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Kepala Bidang Rencana Strategi dan Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Aris Munandar, ketika dihubungi di Palembang, Senin, mengatakan pihaknya menargetkan secara bertahap aktivitas warga di rumah terapung itu dapat dihidupkan kembali dan menjadi objek wisata andalan setempat. "Rumah terapung menjadi andalan, karena memang tergolong kehidupan yang unik sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi wisata utama," kata dia. Menurut Aris, Sungai Musi memiliki beragam keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain. Karena itu, pihaknya menargetkan pembangunan berbagai fasilitas dan sarana pendukung objek wisata itu terus dikembangkan. Ia menjelaskan, khusus untuk rumah terapung itu, bukan hanya menghidupkan kembali sebagai objek wisata andalan untuk sekaligus mendorong warga hidup layak di permukiman tersebut. Namun, rumah terapung juga akan dikembangkan menjadi lokasi produksi berbagai kerajinan khas kota yang dibelah Sungai Musi. Dia menyatakan bahwa perdagangan cendera mata dan makanan tradisional akan menjadi ciri khas wisata di rumah terapung itu. Tempat tinggal di atas Sungai Musi tersebut juga akan menjadi fasilitas bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi dan suasana eksotik tinggal di rumah yang tepat berada di atas air sungai. Aris menambahkan, konsep wisata air tersebut sampai kini terus dikembangkan dan akan terus diimplementasikan. Diharapkan upaya menghidupkan kembali salah satu daya tarik wisata Sungai Musi di Palembang ini, mampu menarik para wisatawan untuk menjadikannya sebagai destinasi utama berwisata di kota yang juga memiliki ikon wisata Jembatan Ampera ini. Redaktur: Dewi Mardiani Sumber: Antara

Duku Banjiri Palembang

Ditulis oleh Redaktur Sumeks SUDIRMAN – Buah duku dalam sepekan terakhir mulai membanjiri Kota Palembang. Seperti halnya di depan Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang. Di lokasi ini, berjejer pedagang buah duku. Hasna, salah seorang pedagang duku mengaku, setiap tahunnya ia dan suami selalu membuka lapak di sepanjang Jl Jend Sudirman tersebut, mulai pukul 14.00-22.00 WIB. “Kami berdagang buah duku sejak lima hari lalu. Menjual duku ini merupakan musiman. Karena kalau hari biasa, saya berdagang mainan di Pasar 16 Ilir,” bebernya. (cj2/via/ce4) sumber http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=4494:duku-banjiri-palembang-&catid=60:news-update&Itemid=134

Senin, 17 Desember 2012

Pemda di Sumsel Jaring Investor ke AS




Penulis : Irene Sarwindaningrum 



Pemda di Sumsel Jaring Investor ke AS
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM
Alex Noerdin
PALEMBANG, KOMPAS.com - Jajaran pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) baru saja kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat, guna menjaring investasi. Berbagai peluang investasi di Sumsel ditawarkan, oleh rombongan yang dipimpin Gubernur Sumsel Alex Noerdin tersebut.
Beberapa peluang investasi yang dipaparkan adalah penjualan karbon dalam skema REDD+, pembangunan infrastruktur, dan tambang. "Kami mengunjungi beberapa institusi negara Amerika Serikat dan perusahaan swasta," kata Alex di Palembang, Sumsel, Senin (17/12/2012).
Kunjungan diikuti sejumlah bupati dan wali kota di Sumsel. Salah satu yang dikunjungi adalah perusahaan minyak dan gas Conocophillips yang telah lama beroperasi di Sumsel. Rombongan baru kembali ke Sumsel Sabtu akhir pekan lalu.
Menurut Alex, perdagangan karbon menjadi salah satu paparan yang menarik minat pemodal di negeri Paman Sam tersebut. Potensi untuk REDD+ di Sumsel sangat besar. Dari target pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen di Indonesia, sekitar 10 persen di antaranya berada di Sumsel.
Selain itu dipaparkan pula pembangunan Dermaga Laut Tanjung Api-api yang hingga kini tertunda.
Alex mengaku optimis, kunjungan singkat ke AS itu menjanjikan bertambahnya investasi daerah di Sumsel. Perjalanan ini sempat tertunda karena badai Sandy yang menghantam New York. 
Editor :
Agus Mulyadi